Tuesday, April 10, 2012

Putus Hubungan Koalisi, PKS Semakin Popular

Putus Hubungan Koalisi, PKS Semakin Populer

dakwatuna.com – Akhirnya tanda tanya besar mengenai nasib Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pasca penolakannya atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terjawab sudah. Pertemuan para pimpinan anggota partai koalisi minus PKS dilaksanakan pada hari Selasa (3/4/2012) pukul 22.30 membahas soal kontrak koalisi dan code of conduct. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketum PD Anas Urbaningrum, Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Ketum PAN Hatta Rajasa, Ketum PPP Suryadharma Ali, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Sekretaris Setgab yang juga politisi PD Syarief Hasan. Setelah pertemuan, melalui Sekretaris Setgab yang juga politisi PD Syarief Hasan, diketahui bahwa koalisi dengan PKS sudah berakhir. Ini suatu realita politik yang sangat dramatis. Walau informasi ini bukan keluar dari mulut SBY tapi pernyataan Syarief Hasan mengindikasikan didepaknya PKS dari koalisi akibat keputusan PKS menolak kenaikan BBM.

Pro Kontra Rencana Kenaikan BBM

Rencana menaikkan BBM bisa jadi merupakan desakan Bank Dunia. Manajer Pembangunan Berkelanjutan Bank Dunia untuk Indonesia, Franz R Drees-Gross, mengatakan, jika pemerintah terus mensubsidi bahan bakar besar-besaran, Indonesia kehilangan kesempatan membangun di sektor lain. Franz menyarankan dana subsidi digunakan untuk membangun infrastruktur listrik di Indonesia yang masih jauh tertinggal. Kenaikan harga minyak mentah dunia dari US$90 per barel menjadi US$115 per barel termasuk alasan pemerintah menaikkan BBM. Penikmat subsidi hanya mereka yang bermobil dan tidak menyentuh rakyat miskin termasuk yang menjadi alasan pemerintah menaikkan BBM

Pengamat ekonomi Ichsanudin Noorsy berpendapat, sedikitnya empat solusi yang bisa dilakukan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM. Di antaranya melakukan realokasi anggaran negara, menaikkan pajak kendaraan bermotor, mengoptimalisasi lifting minyak, memperbaiki transaksi pembelian minyak, dan menghentikan PRAKTEK KORUPSI. Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto mengatakan APBN tidak akan jebol jika harga minyak mentah naik karena APBN-P 2012 ditetapkan Rp137 triliun. Subsidi yang diberikan menurut Politisi PDIP, Daryatmo Mardiyanto sudah tepat sasaran karena dari total premium yang dikonsumsi oleh rumah tangga, 64 persennya dikonsumsi oleh sepeda motor, sedangkan yang untuk mobil hanya 36 persen. Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, mengatakan, jika pemerintah menaikkan harga BBM lalu membuat kompensasi untuk rakyat miskin, itu artinya hanya pindah kantong kanan ke kantong kiri. Dia mengatakan lebih bagus tidak menaikkan dan tidak perlu ada kompensasi.

PKS Termakan Skenario Golkar?

Sebagian besar rakyat menolak kenaikan BBM, hal ini ditandai dengan maraknya demo anti kenaikan BBM dari Sabang sampai Merauke. Yang sangat berbahaya adalah efek domino kenaikan BBM. Barang-barang yang secara tidak langsung berhubungan dengan BBM akan naik. Jika harga seluruh kebutuhan pokok naik, tentunya tidak ada artinya bantuan langsung tunai (BLT). Penolakan sebagian besar masyarakat ini awalnya disuarakan juga oleh Golkar. Namun ternyata sampai sidang paripurna di antara anggota koalisi hanya PKS yang menolak kenaikan BBM.

Hal ini perlu menjadi perhatian, apakah ini bukan skenario Golkar mengingat sebelumnya para politisi Golkar semangat menyuarakan penolakan kenaikan BBM. Jangan-jangan PKS termakan scenario Golkar menolak kenaikan BBM. Karena pada akhirnya Golkar memilih opsi kedua, yaitu, pasal 7 ayat 6 tak berubah ditambah ayat 6 a yang berbunyi dalam hal harga minyak mentah rata-rata Indonesia dalam kurun waktu berjalan yaitu 6 bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, maka pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya. Mengapa Golkar tidak konsisten menolak kenaikan BBM sampai voting dan meninggalkan PKS sebagai anggota koalisi? Atau ini merupakan strateginya karena kita ketahui Golkar adalah partai yang sangat piawai dalam berpolitik. Jika ini benar maka Golkarlah pemenangnya.

Namun jika pilihan ini murni karena kedewasaan cara berfikir PKS maka bukanlah suatu hal yang akan merugikan jika PKS dikeluarkan dari koalisi dan menterinya dipecat. Pertanyaannya apakah SBY berani melakukan reshuffle Kabinet dalam waktu dekat? Dan melakukan pertemuan serupa dengan anggota partai koalisi yang tinggal 5 partai membahas reshuffle ini?

Sebagai pemerintahan yang menganut sistem presidensil, seharusnya pertemuan itu tidak perlu ada. Presiden tidak perlu meminta pendapat pimpinan anggota koalisi untuk mempertimbangkan sesuatu. Karena koalisi hanya ada di sistem parlementer. Lambatnya keputusan SBY akibat penolakan PKS terhadap kenaikan harga BBM menunjukkan SBY tersandera dengan politik koalisi yang dibangunnya.

Kepercayaan Publik Pada PKS akan Meningkat

Tiga menteri PKS, Menteri Pertanian Suswono, Menkominfo Tifatul Sembiring dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri termasuk menteri yang memiliki kinerja baik. Mengakhiri hubungan dengan PKS dan memberhentikan ketiga menterinya adalah kerugian terbesar bagi SBY. Masyarakat akan menilai PKS sebagai partai yang terzhalimi. Biasanya partai yang terzhalimi akan mendapat simpati dari masyarakat. PKS akan lebih populer karena dianggap sebagai partai yang membela kepentingan rakyat, tidak pragmatis, dan partai anak muda yang berani menyuarakan kebenaran. Hal ini akan meningkatkan citra dan kepercayaan publik kepada PKS. Ini kesempatan bagi PKS untuk membangun image dan meningkatkan pertumbuhan pemilihnya menjelang 2014.

Apakah SBY akan segera membuka suara atas sikap PKS ini? Kita tunggu saja. Yang pasti wakil rakyat itu seharusnya berpihak pada rakyat, menyuarakan kepentingan rakyat apapun resiko politiknya. Partai politik juga seharusnya konsisten memperjuangkan kecerdasan untuk rakyat, jangan hanya berpihak kepada rakyat sebelum kampanye saja…

Sumber: dakwatuna

Deir Yassin Massacres: No passing over history

by : Yousef Munayyer
Yousef Munayyer is a writer and political analyst based in Washington, DC.
Deir Yassin: No passing over history
Israelis and Palestinians alike cannot move forward without addressing massacres from the past.


Scores of Palestinian civilians were massacred on April 9, 1948 [AP]

Washington, DC- On April 9, 1948, scores of Palestinian civilians were massacred at the village of Deir Yassin through co-operative efforts of Yishuv forces like the Irgun, Lehi and the Haganah.

The Zionist narrative on the events of 1948 and the Nakba - the Arabic word for the depopulation of Palestine - talks about the war as a defensive one where there was no intention on behalf of the Israeli forces to shift the demographics by force. Rather, that narrative tells us, the refugees were created during the hostilities which began when five Arab armies invaded Israel the day after it declared its independence on May 15, 1948.

Too often, people who talk about "making peace" advise that we pass over history and look forward without getting lost in the "duelling narratives" of this period. But peace cannot happen without a rectification of past injustices and we cannot approach this without talking about what these injustices are.

The Zionist narrative will counter, defensively, that any injustices are not the fault of Israel and this is where the issue of "duelling narratives" prevents further discussion.

"The goal of the Zionist movement was to establish a Jewish state in the land of Palestine which had a significant non-Jewish majority of Palestinian Arabs."

But there are simple, undeniable facts that any two sane people, Zionist or otherwise, should be able to agree on. For example, I think we can all agree that April 9, 1948, occurred before May 15, 1948. This is not a matter perspective, this is chronology.

When you actually look at the history - even versions documented by Israeli historians using official Israeli archival material - what you learn is that a very significant portion of the total refugees were created long before May 15, 1948. Had it not been for the hundreds and thousands of refugees flowing into Arab states and massacres like Deir Yassin, the Arab armies would likely not have been compelled to intervene.

Clearly, indisputable and historically non-controversial chronological facts blow significant holes in the Zionist narrative about cause and effect. But sequence is not the only problem. The other point of contention Zionists hold is that Israeli actions during the war were defensive and not intended to depopulate.

The goal of the Zionist movement was to establish a Jewish state in the land of Palestine which had a significant non-Jewish majority of Palestinian Arabs. Through years of immigration, the Zionists managed to grow from 11 per cent of Palestine's inhabitants in 1922 to about 30 per cent in 1946.

Refugee creation

The Zionist goal, which was unachievable for decades, came to fruition after 18 months of hostilities when Jews suddenly became 85 per cent of the population of the state of Israel. So, the Zionist narrative will have you believe that the Zionist dream of establishing a state with a Jewish majority, which was unachievable without war then, finally achieved during the fog of one, happened completely by accident.

One does not have to be a supporter of Israel or Palestine to accept this explanation - just astoundingly naïve.

Sweeping changes in demographics over territory do not happen by accident. In the modern era, they are invariably state-driven initiatives.

Prior to May 15, 1948, the Israeli state army, or Haganah, was engaged in conquering and razing scores of civilian villages - not military installations. There is really no "defensive" explanation for the demolition of scores of entire civilian villages. The only possible objective behind such actions is to prevent Palestinian Arabs from having homes to live in and thus force them elsewhere.

In March 1948, the United States - which had emerged as a superpower after the Second World War - decided to withdraw its support for the 1947 UN Partition Plan because the vacuum of power created by the impending end of the British Mandate would result "in chaos, heavy fighting and much loss of life in Palestine".

"Within 45 days, nearly 170 towns and villages had been depopulated, accounting for about 380,000 refugees."

Seeing this, the Zionists knew their shot at achieving a Jewish state through diplomatic means would be delayed at the least, if not abandoned all together. They decided to achieve it by force. That is why the depopulation accelerated at this point.

Within 45 days, before May 15, 1948, nearly 170 towns and villages had been depopulated, accounting for about 380,000 refugees. This period, prior to the entry of Arab armies, saw the highest rate of refugee creation between 1947 and 1949. The effort to change the demography of the landscape by force was in full swing.

We cannot achieve any form of Israeli-Palestinian peace while ignoring this past.

As many marked Easter and Passover this weekend - celebrations of redemption - we should turn our focus today to the anniversary of a massacre and the decisive period of depopulation during which it took place.

Israelis and Palestinians alike cannot move forward without addressing the original sins the state of Israel was built upon.

Yousef Munayyer is Executive Director of the Palestine Centre in Washington, DC.

http://www.aljazeera.com/indepth/opinion/2012/04/201249125656342960.html

Tuesday, April 03, 2012

Speaker Tan Sri Pandikar Amin Mulia yang menolak usul laporan minoriti untuk dimuatkan bersekali dalam laporan Jawatankuasa Khas Parlimen (PSC)

Tolak laporan minoriti, cubaan tutup daftar pemilih kotor

Harakahdaily,03 Apr 2012

KUALA LUMPUR, 3 April: Ketua Pembangkang Datuk Seri Anwar Ibrahim (gambar) menyifatkan penolakan usul laporan minoriti oleh Speaker Dewan Rakyat hari ini sebagai cubaan untuk menutup kepincangan dalam daftar pemilih.

Ini kerana katanya, laporan minoriti itu antara lain secara jelas mengemukakan bukti senarai daftar pemilih belum bersih.

Beliau merujuk isu 42,000 pengundi ragu yang tidak mempunyai kad pengenalan dalam pangkalan data Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) dan pendedahan Institut Sistem Mikroelektronik Malaysia (Mimos) yang mengesan 80,000 pengundi yang berkongsi alamat sama.

"Bagi saya jelas menunjukkan keangkuhan, tidak mahu dengar, dan tidak bagi ruang untuk kita bagi penjelasan dan tunduk kepada tuntutan Umno.

"(Ini kerana) saya lihat laporan minoriti itu mendedahkan bahawa SPR gagal memastikan senarai pemilih yang sah," katanya pada sidang media bersama ahli parlimen Pakatan Rakyat petang tadi.

Terdahulu beliau melahirkan rasa kecewa terhadap sikap Speaker Tan Sri Pandikar Amin Mulia yang menolak usul laporan minoriti untuk dimuatkan bersekali dalam laporan Jawatankuasa Khas Parlimen (PSC) Penambahbaikan Pilihan Raya.

Beliau juga kesal kerana Pandikar didakwa tidak mahu mendengar hujah ahli parlimen Pakatan berhubung bukti atau 'precedent' laporan minoriti pernah dibuat di negara-negara Komenwel lain.

"Speaker menolak dengan dengan alasan tidak ada 'precedent'.Dia kemudian tak mahu layan langsung perbincangan.

"Dia yang tiga kali cadang supaya kita kemukakan alasan precedent. Bila kita kemukakan dia tak mahu dengar," tegasnya.

(Anwar bersama anggota Parlimen Pakatan dalam sidang media selepas Speaker luluskan laporan PSC tanpa bahas)

Terdahulu, dewan rakyat kecoh apabila berlaku perang mulut antara ahli parlimen Pakatan Rakyat dengan BN berhubung pertikaian penolakan laporan minoriti oleh Pandikar.

Kekecohan itu juga menyaksikan Azmin Ali (PKR Gombak), Dr Dzulkefly Ahmad (PAS Kuala Selangor) dan Sivarasarasiah (PKR Subang) diarah keluar dewan oleh Pandikar.

Suasana tegang itu juga memaksa Pandikar membuat undian belah bahagi bagi meluluskan usul PSC tanpa bahas kerana berpendapat ahli parlimen Pakatan Rakyat 'tidak berminat' untuk berbahas yang kemudian diluluskan.

Mengulas perkara itu Anwar sekali lagi membidas sikap Speaker yang membuat kesimpulan mudah sebegitu.

"Siapa yang boleh putus kita tak minat bahas. Kita bangun nak selesaikan ini dahulu kemudian nak bahas.

"Kita bawa dokumen (untuk bahas) tapi sengaja ambil alasan, takut hujah dikemukakan dan rakyat tahu," katanya.

Mula-mula lihat iklan telanjang, lepas tu agama



Mula-mula lihat iklan telanjang, lepas tu agama

Harakahdaily,23 Mac 2012


(Muka 25 iklan ini, muka 26 dan 27 baca pula ruang agama.....hehehe Utusan-utusan)

KUALA LUMPUR, 23 Mac: Akhbar milik Umno Utusan Malaysia dilihat masih tidak tahu menjaga sensitiviti umat Islam di negara ini apabila terbaru menyiarkan iklan yang boleh disifatkan lucah dan menjolok mata.

Kali ini iklan produk mandian berjenama Follow Me pada muka surat 25 sisipan Mega yang mempamerkan sepasang kaki 'bertelanjang' dari paras peha yang dalam keadaan menjulang ke atas.

Lebih menyedihkan, akhbar berbahasa Melayu dengan moto 'pemangkin fikiran rakyat' itu menempatkan iklan itu pada muka surat sebelum ruangan agama.

Dengan kata lain, pembaca perlu melalui iklan yang mengambil ruang semuka surat penuh itu dahulu sebelum ke ruangan agama...


Komen: Utusan Malaysia - Seperti pemiliknya, UMNO dan Utusan Malaysia sudah tua tapi masih tercari2 arah?


BN hapus rasuah seperti minta sisik ikan keli


Harakahdaily,03 Apr 2012

KUALA LUMPUR, 3 April: “Nampaknya hendak mengharapkan kerajaan BN menghapuskan rasuah seperti meminta sisik daripada ikan keli,” kata AJK PAS Pusat, Ustaz Idris Ahmad (gambar).

Beliau berkata, buktinya dengan amaran yang diberi oleh Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Nazri Abdul Aziz menegur Timbalan Pesuruhjaya (Operasi) Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), Datuk Mohd Shukri Abdull yang merungut tentang kes-kes rasuah yang telah ditolak oleh Pejabat Peguam Negara.

Nazri mengulas kenyataan Shukri di sebuah forum Khamis lepas bahawa SPRM menyiasat semua tuduhan rasuah yang diserahkan kepadanya, tetapi Pejabat Peguam Negara yang enggan memfailkan kes-kes tersebut di mahkamah atas alasan bukti tidak mencukupi.

Akhirnya, kata beliau SPRM dikambinghitamkan oleh orang ramai apabila kes-kes yang melibatkan berprofil tinggi dipendamkan.

“Hanya yang diseretkan ke mahkamah hanya singa tua yang tidak ada gusi lagi, seperti Tun Lim Keng Yaik kes Port Klang Free Zone (PKFZ), Datuk Seri Dr Khir Toyo, Datuk Kasitah Gadam,” ujarnya dalam satu kenyataan....


http://bm.harakahdaily.net/index.php/berita-utama/9305-bn-hapus-rasuah-seperti-minta-sisik-ikan-keli

Thursday, January 19, 2012

Pengendali tol lebuh raya untung Maha Firaun

Pengendali tol lebuh raya untung Maha Firaun

19 January 2012

KUALA LUMPUR, 19 JAN: Keuntungan yang dikaut oleh syarikat pembina lebuh raya melalui kutipan tol adalah berlebihan, tidak masuk akal dan menindas rakyat.

“Ini untung maha besar, untung Maha Firaun,” kata Setiausaha Agung DAP Lim Guan Eng.

Dalam sidang media di ibu pejabat DAP di sini hari ini, beliau tampil berkongsi data peratusan hasil daripada kos pembinaan lebuh raya Malaysia yang diperoleh melalui jawapan Parlimen.

Beliau sambil merujuk kepada peratus keuntungan berlipat kali ganda yang diperolehi dari projek-projek lebuh raya seluruh negara. Antara yang paling tinggi keuntungannya ialah Lebuhraya Metramac yang mencatat keuntungan 877% daripada kos asal pembinaan yang hanya berjumlah RM45 juta.

Tambah mengejutkan ialah kekayaan yang dikumpul melalui projek Lebuhraya Utara Selatan (PLUS) yang mengaut keuntungan 308% sebanyak RM 18 bilion, setelah ditolak kos pembinaannya sebanyak RM 5 bilion; dengan tempoh konsesi selama 50 tahun sehingga tahun 2038.

Begitu juga dengan projek lebuh raya KL – Karak yang untung hampir RM1 bilion (202%), diikuti Lebuhraya Damansara Puchong (LDP) dengan keuntungan RM1.6 bilion (149%) berbanding kos pembinaan sekitar RM1 bilion.

“Anak, cucu, cicit kita pun akan terus bayar tol,” ujar Guan Eng yang juga Ketua Menteri Pulau Pinang.

Katanya tol yang membebankan rakyat tetapi memperkayakan kroni ini mesti dihapuskan, merujuk kepada Lebuhraya Metramac, Lebuhraya Utara Selatan, Lebuhraya KL – Karak, Lebuhraya Damansara Puchong, Lebuhraya Cheras Kajang dan Jambatan Pulau Pinang.

Guan Eng turut mengajak Menteri di Jabatan Perdana Menteri Tan Sri Nor Mohamed Yakcop untuk berdebat secara terbuka memandangkan menteri tersebut telah membuat kenyataan bahawa penghapusan tol yang dijanjikan Pakatan Rakyat adalah tidak masuk akal.

“Mengapa kita tak boleh hapuskan tol bila PLUS untung 308%? Mari bahas mengikut isu dan fakta, bukan dengan emosi dan sentiment.

“Dia seorang menteri, saya seorang Ketua Menteri, kami setara. Mari kita berdebat demi kepentingan rakyat,” tegasnya. – Roketkini.com

http://roketkini.com/2012/01/19/pengendali-tol-lebuh-raya-untung-maha-firaun/

Short notes about DSAI

Soon after the historic decision of the Kuala Lumpur High Court

on 9th January 2012

to absolve Dato’ Seri Anwar Ibrahim of the sodomy allegation,

UMNO-owned and controlled media wasted no time

in spinning their all too typical web of lies and slanders.


In the past week their efforts have added another allegation

to their expanding stable of lies

that Dato’ Seri Anwar is condoning

the practice of homosexuality in this country.


This vicious lie purportedly based on his statement

during an interview with the BBC (British Broadcasting Corporation)

is far from reality when the actual transcription of the interview

is analysed as reproduced below:

source:

http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-16531714


“We will have to review archaic laws and we,

Muslims and non Muslims generally believe

and committed to support

the sanctity of marriage between man and woman in Malaysia.


But we should not be seen as punitive

and consider the archaic laws as relevant.

We need to review them.

We do not promote homosexuality

in public sphere and domain.


We will not make apologies towards that.

I think to use this sort of legislation to be punitive,

punish innocent people cannot be condoned and be tolerated.”


From his response to the BBC,

it is very clear that Dato’ Seri Anwar

holds the sanctity of marriage in the highest regards

as a matter of faith and principle being a Muslim.


He had also stated in an absolutely uncompromising position

that he, Parti Keadilan Rakyat and Pakatan Rakyat

will never engage in the organization,

approval or legitimising homosexuality.


However Dato’ Seri Anwar is of the opinion

that that outdated laws not based on the syariah

and oppressing the people need to be reviewed.


He had expressed his fear that these

archaic and repressive laws

are wantonly used by the government

in power to justify its used against anybody it wishes.


I, therefore urge that reference must be made

to Dato Seri Anwar’s actual text of the interview

and not fall into the trap waylaid by the Umno-controlled media.


No one should lend his or her support

to the dissemination of this sinister and evil propaganda

even in the name of Islam

for the teachings of this great religion in no certain terms forbids such an act.


YB HJ AHMAD BIN KASIM,
Member of Parliament, Kuala Kedah
Chairman, Enhancement of Religious Understanding Bureau, Parti Keadilan Rakyat.

http://duha89.blogspot.com/2012/01/short-notes-about-dsai.html

Friday, January 13, 2012

Wardina: Jika mereka sentuh saya, saya akan lawan sampai MATI...


Harga yang mahal bila kita sentuh wanita muslim tanpa hak...ialah seseorang akan mati. Itulah maruah yang pertahankan.


Thursday, January 12, 2012

Mengapa saya pilih jalan raya?

Adam Adli, Jan 11, 2012

Apabila saya dihubungi editorial MerdekaReview untuk menjadi kolumnis jemputan, saya seakan tidak percaya; kerana lebih kurang 10 minit sebelum dihubungi oleh pihak editorial, saya baru sahaja menyatakan hasrat saya untuk menulis di akhbar dan portal agar segala pandangan dan buah fikiran saya dapat dinilai seadilnya. Bukan sekadar di medium Twitter atau Facebook. Tidak lama kemudian, saya mula termenung; apa harus saya tulis? Saya pernah terbaca pesanan seorang penggiat sastera yang mengatakan "pertama, kita harus tulis apa yang orang mahu, kemudian barulah kita tulis apa yang kita mahu,". Saya cuba untuk menuruti pesanan beliau. Puas saya fikirkan, akhirnya saya buat keputusan. Reaksi kepada soalan-soalan yang sering diajukan kepada saya, saya fikir, ramai yang ingin tahu dan baca; mengapa saya pilih jalan raya.

Tahun 1997 dan 1998 tentu sekali tahun penting dalam lipatan sejarah Negara kita kerana pada tahun itulah kita menyaksikan mobilisasi manusia yang disifatkan paling besar pernah berlaku dalam sejarah moden tanah air. Dari situ saya mengenali jalan raya sebagai medium sebenar menyampaikan suara dan isi hati rakyat yang setiap satunya mungkin tidak pernah pun merasai sejuk hawa dingin bangunan Parlimen mahupun Putrajaya. Saya masih ingat, ayah saya juga antara demonstran tegar ketika itu. Setiap pagi Sabtu beliau pasti akan turun ke kota. Dengan hanya berkemeja-t dan berseluar jeans, dengan motosikal buruknya beliau akan ke sana. Pernah saya mohon untuk bersama, tapi dihalang beliau. Katanya bahaya.

Lebih kurang sepuluh tahun kemudian, saya mula kenal jalan raya. Bermula dengan demonstrasi menuntut hak air rakyat Selangor, segala persoalan mengapa ayah saya turun ke tengah kota hampir setiap minggu sepuluh tahun lalu terjawab.

Di tengah-tengah keringat ribuan manusia, saya seorang diri asalnya. Saya tidak kenal langsung siapa yang berada di situ. Usai demonstrasi tersebutlah baru saya kenal beberapa rakan baru yang kini bersama dalam satu barisan bernama Solidariti Mahasiswa Malaysia. Saya masih ingat, ketika itu, berdepan dengan trak FRU, sebagai "first timer", logiknya pasti saya memilih barisan paling ke belakang sekali. Namun entah dari mana saya dapat keberanian untuk menjadi benteng hadapan. Sekali lagi diulangi, saya hadir seorang diri tanpa rakan yang dikenali. Namun aneh, saya tidak pula rasa keseorangan. Dengan bergandingan bahu bersama beberapa anak muda mahasiswa yang lain, kami berdepan dengan tembakan water-cannon. Kami tidak berganjak dari tempat kami. Sehingga akhirnya diserang oleh anggota keselamatan barulah kami mula mangambil langkah berundur. Itu antara kenangan yang masih saya simpan.

Sejak dari itu, saya sering kemaskini diri saya dengan berita-berita mengenai himpunan dan protes jalanan. Protes jalanan bagi saya sudah menjadi pentas mulia, dan juga cara yang mulia untuk memurnikan jalan raya. Akhirnya, jalan raya "disalahgunakan" dengan sebab yang baik, berbanding "disalahguna" dengan tujuan lumba haram, meragut, merompak dan sebagainya. Saya tidak faham dengan orang yang menentang orang yang memartabatkan jalan raya sebagai wadah ekspresi suara sebenar rakyat.

Maka kita datang ke persoalan sebenar; mengapa jalan raya? Tenang rakan-rakan. Jika dikupas satu persatu risalah sejarah, kita akan akhirnya bertemu dengan catatan-catatan mengenai kuasa jalan raya. Dari kurun ke 16 hingga ke Occupy, kita faham bahawa jalan raya telah banyak berjasa kepada rakyat berbanding parlimen! Tidak hairanlah Guy Fawkes suatu masa dahulu pernah ingin meletupkan bangunan Parlimen! Saya sering tekankan kepada rakan-rakan; parlimen hanya untuk 222 orang, sedangkan kita ada jutaan suara yang mahu didengari. Maka jalan raya adalah ruangnya. Ia terbuka, luas, dan pasti mendapat perhatian!

Kempen BEBAS yang menuntut kebebasan akademik misalnya, sering dirujuk sebagai anarki jalan raya yang tidak bertamadun dan hanya untuk membuat kacau. Di sini kita lihat, dan dibuktikan; bahawa hanya bila kempen ini digerakkan di jalan raya baru masyarakat dan pak-pak menteri mahu mengambil tahu tentang kempen ini. Mereka ini pasti tidak tahu bahawa sepanjang setahun kempen BEBAS digerakkan sejak awal 2011, sudah belasan gerak kerja dijalankan; dari siri debat, forum, wacana, pidato awam, termasuklah sidang-sidang video dan proses surat-menyurat. Siapa yang mahu dengar? Tiada siapa pun. Walau antara yang pernah dijemput hadir ke program kami itu termasuk nama-nama besar seperti Anwar Ibrahim, Saifuddin Abdullah, Hisham Rais, Fahmi Reza, dan Aziz Bari, ia tidak mampu mencuri perhatian orang ramai. Realitinya, masyarakat kita adalah masyarakat yang paginya dihidang dengan akhbar tabloid. Kisah-kisah sensasi sahaja yang mampu mencuri tumpuan masyarakat. Dan protes jalanan adalah salah satu dari sensasi yang gemar dibincangkan di kedai kopi.

Saya menemui jawapan terhadap mengapa harus turun ke jalan raya apabila saya sendiri turun ke jalan raya.

Andai kata tiada protes jalanan, mahukah semua pihak; kerajaan, pembangkang, media, akademia, imam surau, tok siak, sami, paderi, nelayan, petani, buruh, tukang masak, suri rumah, malah pelajar sendiri ambil perhatian terhadap isu-isu yang dibawa? Tidak kiralah samada BEBAS, BERSIH, GMA, PPSMI, ISA, Anti-Lynas, HIMPUN, OccupyDataran dan sebagainya. Demonstrasi, protes, himpunan, dan jalan raya kini terbukti sebagai medium terbaik dalam menyampai suara dan keringat masyarakat. Pada yang masih memandang jalan raya sebagai cara tidak bertamadun dan merosakkan ketenteraman awam, anda perlu muhasabah diri. Tanya kepada diri anda, adakah suara anda yang mengutuk demonstran ini didengari? Jika tidak, apa yang anda mahu buat? Mungkin anda harus cuba turun ke jalan raya juga.

*Adam Adli ialah aktivis mahasiswa, bergiat aktif dalam pertubuhan Legasi Mahasiswa Progresif (LMP) dan Solidariti Mahasiswa Malaysia (SMM).

Ulasan: Mereka bersusah-payah turun ke jalan raya demi membawa isu kita semua, demi kebaikan rakyat dan negara. Juga demi masa depan generasi cucu cicit kita. Sewajarnya kita pun patut turun juga kerana semuanya adalah aman. Tak perlu bawa sebarang senjata. Cuma diri.

Wednesday, January 11, 2012

Petani boleh pinjam RM300,000


Agrobank sedia pembiayaan kepada usahawan tanpa cagaran, penjamin

SERDANG: Mulai bulan depan, usahawan tani boleh memohon pembiayaan tanpa cagaran dan penjamin sehingga RM300,000 dengan kadar faedah empat peratus, dalam usaha meningkatkan bekalan makanan negara.

Pinjaman itu boleh dibuat melalui Agrobank yang menyediakan peruntukan sebanyak RM55 juta bagi tujuan berkenaan.

Pembiayaan itu adalah bagi beberapa projek permulaan (EPP) dilaksanakan Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani, termasuk penternakan ikan dalam sangkar dan ikan hiasan, ternakan lembu fidlot dan ruminan, taman pengeluaran makanan dan penanaman sayuran serta bunga.

Menterinya, Datuk Seri Noh Omar, berkata sebelum ini usahawan tani hanya menikmati pembiayaan sehingga RM50,000 menerusi skim mikro kredit ditawarkan institusi kewangan dan Tabung Ekonomi Kumpulan Usaha Niaga (Tekun Nasional), sedangkan jumlah itu tidak mencukupi untuk mengembangkan aktiviti pertanian....

Ulasan: Sedih petani kita akan bergelumang dengan dosa kerana terlibat dengan kadar faedah 4%. Apa Allah kata?

Thailand: Bantah larangan bertudung

2012/01/11

BANGKOK: Beratus-ratus penduduk Islam mengadakan satu perhimpunan secara aman di hadapan pejabat Perdana Menteri Thailand di sini semalam, kerana membantah langkah sebuah sekolah menengah Buddha yang melarang seorang remaja Islam memakai tudung.

Kumpulan Aman Islam menyifatkan langkah Sekolah Menengah Wat Nongjok di sini yang tidak membenarkan seorang pelajar Islam memakai tudung memasuki sekolah sebagai sikap prejudis terhadap Islam.

Tindakan sekolah itu bertentangan dengan Peraturan ke atas Pakaian Seragam Sekolah Kementerian Pendidikan yang menyatakan pelajar berhak memilih seragam mereka...

Ulasan: Kalau Buddha hidup tentu dia tak suka dengan pengikutnya yang keras terhadap agama lain.

Dadah oh Dadah!

HAIRAN LAGI PELIK

bertan tan dadah di temui
berkilo kilo dadah di jumpai
tapi tak ada pendakwaan

yang ditahan apek cicak kubin
kah kah kah


BUKAN BERKILO BERTAN TAN

NOTA:
kita selalu terbaca berita tangkapan penyeludup dadah
emapt hari dulu seorang warga iran ditangkap
kondo mewah di solaris dutamas dijadikan bilik makmal
sebelum ini berapa ramai kita terbaca warga iran di tahan
sebelum ini berapa ramai kita baca warga afrika bawa dadah


tetapi
lepas itu semua senyap
tak tahu hujung pangkal
berita hilang entah ke mana


apa yang kita baca:
hanyalah mak cik warung jatuh hukum gantung
tukang kebun jatuh hukum gantung
mat pet kena jil 5 tahun
mat rempit kena 2 tahun


apa jadi dengan pemyuludup warga iran?
apa jadi dengan penyuludup warga afrika?

apa jadi dengan kes dadah 1 tan di endau rompin?

NOTA:
ada sesiapa tahu cerita?


http://tukartiub.blogspot.com/2012/01/berita-paling-menghairankan.html?zx=b5e90b55479e57c9

Ulasan: Setakat ini, nampaknya kau kebal. Kenapa ya?

Tuesday, January 10, 2012

Bebas Anwar bukan bermakna kehakiman juga bebas...

- Masih banyak kepincangan berlaku dalam sistem keadilan di Malaysia sepertimana yang berlaku kes-kes melibatkan rasuah pimpinan Umno-BN serta kes-kes kematian dalam tahanan polis dan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM).

- Masih terdapat banyak kes-kes yang memerlukan pembelaan dan seringkali mencetuskan polemik kepercayaan rakyat yang harus terus mendapat perhatian.

Rujukan:
keadilandaily.com


Ulasan: Rakyat jangan mudah tertipu. Teruskan perjuangan.

Friday, January 06, 2012

46% mahasiswa lepasan ijazah datang dari UTM

46% mahasiswa lepasan ijazah datang dari UTM

JOHOR BAHRU 5 Jan. - Universiti Teknologi Malaysia (UTM) muncul sebagai pusat pengajian tinggi dengan bilangan mahasiswa lepasan ijazah yang paling ramai di negara ini iaitu seramai 10,888 mahasiswa setakat November lalu.

Naib Canselornya, Prof. Datuk Ir. Dr. Zaini Ujang berkata, jumlah itu bersamaan dengan 46 peratus daripada bilangan keseluruhan mahasiswa yang mengikuti pengajian pelbagai peringkat di UTM dan ia menghampiri sasaran universiti untuk mengimbangi bilangan penuntut sarjana muda yang berjumlah 12,955 orang setakat ini…

Ulasan: Apakah kagum dengan pencapaian hasil orang lain? Terutama Ainuddin Pejuang 'Degil' Melayu.

Sekarang pengambilan pelajar diploma dan sarjana muda sudah dikurang demi menjadi Universiti Penyelidikan, menafikan tempat untuk rakyat sendiri. Sudah tua pun masih tercari-cari arah.

Kerajaan sasar pulih 35 projek perumahan terbengkalai tahun ini


SEREMBAN 5 Jan. - Kementerian Perumahan dan Kerajaan Tempatan akan memberikan tumpuan sepenuhnya untuk menyelesaikan sebanyak 35 projek perumahan terbengkalai yang melibatkan 12,000 unit rumah di seluruh negara pada tahun ini.

Menterinya, Datuk Seri Chor Chee Heung berkata, sejak 2009 kementerian telah berjaya menyelesaikan sebanyak 84 projek perumahan terbengkalai di seluruh negara dengan 31 daripadanya dipulihkan pada tahun lalu.

''Kebanyakan projek perumahan itu melibatkan rumah kos rendah yang pembelinya terdiri daripada mereka berpendapatan rendah dan terpaksa membayar pinjaman perumahan kepada bank," katanya…

Ulasan: Kementerian Perumahan Rakyat atau Kementerian Pemaju?

Fahami konsep perkongsian


KUALA LUMPUR 5 Jan. - Tun Dr. Mahathir Mohamad mengingatkan generasi muda yang menikmati kestabilan dan pembangunan hasil perjuangan pemimpin terdahulu supaya memahami konsep perkongsian.

Bekas Perdana Menteri berkata, ini kerana konsep itu berjaya memacu negara ke arah kemajuan jika dibandingkan negara lain yang mencapai kemerdekaan sama dengan Malaysia.

''Untuk menilai kejayaan Malaysia, kita harus melihat negara ini dari luar di mana selepas lebih 50 tahun, kestabilan berjaya diwujudkan. Persoalannya adakah kita berpuas hati dengan kejayaan ini? Atau kita sudah berputus asa dan mahu perubahan tetapi ingat, perubahan sentiasa memusnahkan," katanya.

Beliau berkata demikian ketika menyampaikan ucaptama bertajuk 'Malaysia kini dan peranan yang boleh dimainkan oleh pegawai-pegawai tentera yang bersara' di Hospital Angkatan Tentera Tuanku Mizan, di sini hari ini.

Ulasan: Sesekali BN berkuasa, sesekali PR pula. Macam di UK atau AS. Silih berganti berdasarkan prestasi bukan rasuah pilihan raya dan yang seumpamanya. Bukan dulu, kini dan selamanya walaupun rasuah menjadi budaya.

Tuesday, January 03, 2012

Usah terlibat politik ‘kaki lima’

Usah terlibat politik ‘kaki lima’

KUALA LUMPUR 2 Jan. – Majlis Belia Malaysia (MBM) menasihatkan rakyat khususnya generasi muda dan mahasiswa supaya tidak terlibat dengan politik ‘kaki lima’ untuk memusnahkan sistem kehakiman negara.

Naib Presiden MBM, Datuk Irmohizam Ibrahim berkata, golongan tersebut tidak seharusnya terpedaya dengan sandiwara mana-mana pihak...

Ulasan: Walaubagaimana pun politik kaki lima terbukti berjaya menumbangkan pemerintahan kuku besi/autokratik di Tunisia dan Mesir tanpa menggunakan apa-apa senjata. Di Libya dan Yaman mulanya protes secara aman sampai pemerintahan mula menunjukkan kekuatannya senjatanya untuk membunuh rakyatnya sendiri. Di Yaman kebanyakan rakyat memprotes tidak menggunakan senjata.

Perjuangan luar biasa Wanita BN dalam Pilihan Raya Umum Ke-13


KUALA LUMPUR 2 Jan. - Pergerakan Wanita Barisan Nasional (BN) akan melancarkan perjuangan luar biasa terhadap 30 kawasan Parlimen yang dikuasai pemimpin tertinggi pembangkang menjelang Pilihan Raya Umum Ke-13 (PRU13).

Tanpa menyenaraikan nama kawasan tersebut, Ketuanya, Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil berkata, Wanita BN akan memastikan semua kerusi kawasan Parlimen itu ditawan kembali oleh BN.

''Apa yang kita umumkan ini bukan gurauan kerana kita sudah tahu kelemahan ahli Parlimen terbabit hasil kaji selidik yang kita lakukan,'' katanya..

Ulasan: Perjuangan ialah untuk kalahkan pemimpin pembangkang yang tidak mengamalkan rasuah, dan tidak mencuri duit rakyat.

Demo UPSI: Polis siasat semua bukti gambar, video

KUALA LUMPUR 2 Jan. - Polis akan memuat turun segala gambar dan video sebagai bukti bahawa tiada kekerasan digunakan bagi meleraikan kira-kira 70 pelajar yang menyertai perhimpunan haram anjuran Solidariti Mahasiswa Malaysia (SMM) di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Perak semalam.

Selain itu, dakwaan berunsur fitnah dalam beberapa blog berhubung isu pelajar universiti dipukul oleh polis sehingga patah tulang rusuk dalam perhimpunan tersebut turut disiasat.

Ketua Polis Perak, Datuk Mohd. Shukri Dahlan berkata, pegawai khas akan dilantik bagi memantau dan menyiasat blog-blog yang menyebarkan tuduhan palsu terhadap pasukan itu.

"Tuduhan polis mengasari pelajar berkenaan sengaja direka cipta sebagai satu usaha menjatuhkan imej polis sekali gus meraih sokongan masyarakat bagi 'menghalalkan' tindakan mereka.

"Polis terlebih dahulu telah berunding dan menasihatkan mereka supaya bersurai namun, mereka tetap berdegil. Bagaimanapun, kita tidak menggunakan kekerasan dan senjata untuk mendesak mereka supaya bersurai," katanya ketika dihubungi Utusan Malaysia di sini hari ini...

Ulasan: Dipersilakan dengan penuh hormat. Tapi polis nak siasat polis? Adakan polis kita begitu hebat kewibawaannya yang akan menyebabkan rakyat menerimanya.

Monday, January 02, 2012

Surat terbuka kepada Polis

Hanglekiu

Salam sejahtera buat pasukan Polis Diraja Malaysia (PDRM), yang terkenal dengan slogannya ‘Cepat, Mesra dan Betul’. Hamba ingin menarik perhatian pihak tuan kepada peristiwa berdarah 1 Januari 2012 ketika penyuraian Himpunan Kebebasan Akademik di hadapan UPSI yang rata-ratanya disertai mahasiswa dan belia.

Di beberapa Negara yang pernah hamba berkelana, polis dianggap sebagai perkakas rejim dan bukan sebagai penjaga keselamatan awam. Polis juga ditakuti dan dibenci bukan diharapkan dan dihormati sebagai penjaga undang-undang.

Polis menjadi simbol kezaliman dan bukan panji-panji keamanan. Sehingga ada yang sanggup melabel polis sebagai anjing-anjing suruhan, yang bertindak mengikut arahan tuan tanpa berperikemanusiaan. Hamba pohon PDRM untuk tidak menjadi sedemikian di Tanah Tumpah Darahku, Malaysia tercinta ini.

Bersempena dengan tahun baru 2012 suka hamba selusuri beberapa peristiwa menarik yang berlaku sepanjang tahun sebelumnya, yakni 2011. Pertama, suka hamba ceritakan tentang Revolusi Tunisia, nyalaan api pengingkaran sivil yang berakar umbi daripada peristiwa seorang beliawan bernama Boazizi.

Bertitik tolak daripada tindakan kasar polis merampas gerainya, beliau membakar dirinya sehingga tindakan tersebut menjadi inspirasi kebangkitan rakyat menjatuhkan Presiden Zainal Abidin Ali.

Kedua, suka hamba kisahkan berkenaan Revolusi Belia Mesir, ketikamana anak-anak muda menggunakan Facebook dan laman interaktif sosial untuk meletupkan public disobedience.

Kempen kebangkitan ini tidak lain tidak bukan meletup kerana tindakan kasar polis memukul dan membunuh seorang aktivis belia bernama Khaleed Said dan kemunculan Laman Facebook, Youtube “We are all Khaleed Said” yang membela kematiannya. Tuan tahu bukan apa akhirnya berlaku kepada Presiden Husni Mubarak?

Ketiga, revolusi dan pergolakan di Yaman yang masih berterusan sehingga kini. Paling mengejutkan hamba antara tokoh yang terjulang namanya membakar semangat kebangkitan hanyalah seorang aktivis beliawati bernama Tawakel Karman! Perhatikan juga, semakin keras, ganas dan zalim perkakas kerajaan menentang rakyat, sebegitu keras, ganas dan dahsyat juga tindakbalas yang diterima!

Tuan perhatikan sendiri bagaimana hakikat yang berlaku di Libya. Bagaimana pula di Syria? Mengapa polis dan angkatan tentera begitu payah sekali menghadapi anak-anak tempatan, rata-ratanya bersenjatakan suara dan kain rentang?

Mengambil iktibar daripada peristiwa-peristiwa berkenaan saya mohon dua perkara daripada PDRM. Mohon jangan bertindak keras, ganas dan zalim kepada mahasiswa mahupun belia yang bangkit melaungkan perjuangan. Hamba risau darah muda mereka menggelegak kepanasan untuk bertindak balas.

Kedua, mohon jangan bertindak keras, ganas dan zalim sehingga muncul Boazizi, Khaleed Said dan Tawakel Karman versi Malaysia. Kecederaan Safwan Anang sudah cukup membakar semangat juang para mahasiswa! Jangan katakana tidak diberi ingat!


Yang tulus benar,
Hanglekiu
Sekolah Konsultansi Panglima